RENCANA PROGRAM

APACINTI FOOTBALL ACADEMY
U-13 & U-14

 TAHUN AJARAN 2014

Image

 “Terbangkan Cita-citamu Setinggi Langit “

 

 

PENCAPAIAN TAHUN 2013

 

  • Juara II Festival ASSBI Jawa Tengah U-13
  • Menyumbang 5 Pemain mengikuti Festival ASSBI Tingkat Nasional
  • Juara III Piala Walikota Salatiga U-12
  • Juara I Festival Sepakbola U-13 Limpung Batang
  • Juara II Piala Wakil Bupati Grobogan U-12
  • Juara I Turnamen Suruh FC U-12
  • Juara III Turnamen Kramayudha Cup U-13
  • Juara II Piala KNPI II Kab. Pekalongan U-12

GARIS BESAR PROGRAM 2014

  1. Program Latihan
  2. Program Pertandingan
  3. Program Evaluasi
  1. A.   PROGRAM LATIHAN

. Harian

     Durasi latihan : 90 sampai 100 menit

     Jadwal : U-13 pukul 14.00-15.30

     Jadwal : U-14 pukul 14.45-16.25

2. Mingguan

  Boarding : 4 x pagi , 4 x sore

   Reguler : senin, selasa, kamis, jum’at

3. Bulanan

  Total aktifitas latihan : 16 kali ( Fisik, tehnik, taktik, strategi )

MATERI LATIHAN

  1. Fisik

     strenght           = 10 %

      endurance        = 24 %

      speed               = 36 %

      kelenturan       = 7 %

      koordinasi       = 5 %

      kelincahan       = 7 %

      awarenes         = 9 %

B. Teknik

            passing                                    = 11 %

            speed dribbling                       = 1 %

            dribling                                    = 4 %

            berbalik                                   = 9 %

            shooting                                  = 11 %

            control                                     = 6 %

            heading                                   = 11 %

            keeping                                    = 4 %

            1 vs 1 menyerang                    = 9 %

            menerima & berputar              = 11 %

            crossing & finishing                = 6 %

            1 vs 1 bertahan                        = 11 %

C. Taktik

            1.         -prinsip pertandingan

                        -penguasaan bola

                        -transisi

                        -combination play                        67 %

                        -counter attack

                        -build up

                        -finishing

            2.         -prinsip bertahan

                        -zona marking

                        -pressing                                       33 %

                        -mundur ke bagian awal

                   -compack

D. Mental

            – motivasi

            -percaya diri                     39 %                      ( dasar )

            -kerja sama

            -keputusan

            -jiwa kompetisi

            -konsentrasi                     36 %                       ( mahir )

            -komitmen

            -penguasaan diri

            -komunikasi                     24 %                       ( sosial )

            -disiplin

  1. B.   PROGRAM PERTANDINGAN

1.Uji Coba

            Minimal 2 kali perbulan  ( Home / away )

2. Friendly Game / Invitasi

          Setiap 2 bulan sekali ( Home / away )

3. Turnamen Resmi / Kompetisi

            Setiap 3 bulan sekali ( Home / away )

4. TOUR AKDP / AKAP

          Direncanakan setahun sekali

  1. C.   PROGRAM EVALUASI
  1.    Tes Biomotorik

            Meliputi : Speed, Agelity, Jumping, VO2max per 3 bulan sekali.

    2.    Tes Skill Smart Antropometri

           Meliputi : Dribling, Passing, Shoting, Jugling per 6 bulan sekali

   3. Tes Antropometri

            Meliputi : Pengukuran Perkembangan TB (Tinggi Badan) & BB (Berat Badan)

 

Aside | Posted on by | Leave a comment

U-12 APACINTI FOOTBALL ACADEMY RAIH JUARA II

Untitled-1
Prestasi yang diraih U-13 Apacinti Football Academy ketika menjuarai festival sepakbola U-13 di Batang pada tanggal 5 – 6 oktober 2013 yang baru lalu menjadi motivasi tersendiri bagi adik – adiknya di kelompok 12 tahun. Tim Apacinti Football Academy kelahiran 2001 terjun di Turnamen Sepakbola Piala Wakil Bupati Cup IV yang diselenggarakan SSB Rantai Baja Purwodadi Kabupaten Grobogan hari minggu, 20 Oktober 2013. Turnamen itu sendiri diikuti sebanyak 16 tim SSB dari berbagai daerah di Jawa Tengah antara lain Tugu Muda, Putra Mandiri, Undip Semarang, Porma Kudus, Solo united, Putra Sabilan Jepara dan beberapa SSB yang sudah seringkali tampil di berbagai even di Jawa Tengah.
Para pemain tampil penuh semangat dan percaya diri berjuang sekuat tenaga hingga akhirnya berhasil melaju sampai babak final. Pada akhirnya memang harus puas hanya menduduki juara II setelah di final kalah melawan Putra Mandiri Sragen dengan score mencolok 0-4, sehingga dengan demikian semua komponen tim terutama pelatih dan pemain harus instropeksi diri untuk agar dikesempatan yang akan datang mampu meraih prestasi lebih baik lagi.
Perjalanan Tim U-12 Apacinti Football Academy selama even berlangsung bisa dikatakan grafiknya naik turun. Dibabak penyisihan, pada pertandingan pertama hanya mampu unggul 1-0 atas SSB Tunas Mekar Purwodadi, Kemudian kalah atas SSB Putra Mandiri Semarang 0-2. Pada penyisihan terakhir menang atas Putra Sabilan Jepara 1-0 lewat penalty arka skaligus memastikan lolos ke 8 besar. Di Babak 8 besar Tim U-12 mampu tampil cantik dengan menghempaskan SSB Undip Semarang dengan score telak 3-0. Peluang tampil di babak final sempat seolah-olah tertutup manakala di pertandingan semi final anak – anak apacinti tertinggal 0-1 saat melawan SSB Begajah Sukoharjo, tim lawan mampu mencetak gol terlebih dahulu ketika penjaga gawang faisal tidak mampu mengantisipasi tendangan bebas pemain SSB Begajah, namun memasuki menit akhir apacinti mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1, dan akhirnya berhak lolos ke final melalui adu penalty dengan score 4-3.
Pada partai final para pemain nampaknya telah mengalami penurunan fisik sehinga nampak hilang konsentrasi, dua gol lawan yang bersarang bukan merupakan hasil skema penyerangan secara tim tetapi lebih pada kecermatan striker lawan dalam melihat kelemahan pemain belakang apacinti. Demikian juga gol – gol dibabak ke dua. Dari hasil enam kali pertandingan bisa dilihat bahwa Tim Apacinti U-12 belum mampu tampil dengan konsisten dan hal ini harus menjadi perhatian segenap tim pelatih dan pemain.

Posted in artikel | Leave a comment

KADO MANIS ANIVERSARY APACINTI FOOTBALL ACADEMY

Untitled-2
7 Oktober 2013 menjadi hari yang sangat special bagi segenap jajaran pengurus,pelatih, pemain, dan orang tua / wali Apacinti Football Academy. Hal ini disebabkan karena pada tanggal 5 – 6 Oktober 2013 Tim U-13 Apacinti Football Academy berhasil menjadi Juara I dalam Festival U-13 Piala Persahabatan di daerah penghasil emping Limpung Kab. Batang.
Raihan prestasi ini menjadi terasa lebih manis karena para pemain berhasil memberikan kado istimewa tepat menjelang satu tahun program rintisan academy ini berjalan. Untuk diketahui bahwa sejak satu tahun yang lalu Pengurus SSB Apacinti Bawen di dukung oleh orang tua / wali membuat rintisan program academy dimana pemain berlatih empat kali dalam sepekan, tinggal di asrama dan sekolah di sekolahan yang sama yaitu SMPN I Bawen yang letaknya bersebelahan PT. Apac Inti Corpora. Semasa melakukan persiapan menghadapi even diatas Tim pelatih dan pemain mencanangkan tekad untuk bisa meraih hasil maksimal dan Alhamdulillah keinginan itu dapat terwujud.
Festival U-13 yang diselenggarakan dalam rangka HUT Pusat Latihan Abadi Football Academy Ke – I diikuti 12 Tim SSB / Puslat. Peserta dari Batang antara lain tuan rumah Abadi Football Academy dan Puslat Putra Batang, sementara Tim peserta yang berasal dari kabupaten lain yaitu SSB Porba Pati, SSB Puma Jepara, SSB S3 Semarang, SSB Kuda Laut Semarang dan Apacinti Football Academy Kab. Semarang.
Dalam lima kali penampilan sampai dengan babak final Tim U-13 Apacinti mampu meraih lima kali kemenangan. Pada dua pertandingan babak penyisihan hari jumat 5 oktober 2013 para pemain apacinti mampu mengungguli SSB S3 Semarang dengan skor 2-0 melalui gol Aqsha dan pinalty kapten tim Satya Widi L. Ketika bertanding melawan Puslat Putra Batang dengan kemenangan 3 – 0 gol – gol Apacinti masing masing dilesakkan oleh Ahmad Syahda, Ramdani,dan Arya Dwi P . Sementara itu dikeesokan harinya di babak 8 besar kemenangan kembali diraih anak anak Bawen atas SSB Puma Jepara dengan score 2 – 0. Babak yang sangat menegangkan terjadi pada pertandingan semifinal menghadapi SSB Kuda Laut. Melalui pertandingan yang berjalan dalam tempo yang tinggi 2 x 25 menit, akhirnya anak anak apacinti menyudahi perlawanan SSB Kuda laut melalui drama adu penalty dengan kedudukan 3 – 2.
Pada partai puncak perebutan juara I dan II, Apacinti Football Academy harus berhadapan dengan SSB Porba Pati yang memiliki sebagian pemain dengan tinggi di atas rata-rata. Tampil dihadapan kurang lebih seribu penonton, pertandingan berjalan sangat ketat dan kedua tim saling jual beli serangan sehingga babak pertama berakhir imbang 0 – 0. Pada babak kedua anak – anak Apacinti mengambil inisiatif penyerangan dan akhirnya pada menit 31 dari sebuah upaya serangan yang dilakukan, wing back Apacinti Aqsha melakukan shooting dari luar kotak penalty yang sempat di tip oleh penjaga gawang Porba, namun bola mengenahi mistar dan menghujam melewati garis gawang dan bergetarlah jala SSB Porba Pati. Skor 1-0 akhirnya tetap bertahan samapi wasit meniup peluit tanda berakhir pertandingan. Hasil lengkap Festival U-13 Juara I Apacinti football Academy, Juara II SSB Porba Pati, Juara III SSB Kuda laut dan Juara IV tuan rumah AFA Limpung batang.

Posted in artikel | Leave a comment

PERTANDINGAN FRIENDLY GAME U-13

ewe
Graphic22
Graphic1

Posted in artikel | Leave a comment

APACINTI FOOTBALL ACADEMY GELAR FRIENDLY GAME SEPAKBOLA U-13

FRIENDLY GAME
Usia 13 tahun dalam konsep pembinaan sepakbola merupakan usia transisi dari anak anak menuju jenjang remaja. Dalam permainan sepakbola, pada usia ini permainan beralih dari 9 v 9 menuju permainan 11 v 11. Disaat berbagai macam even festival atau turnamen sepakbola pada kelompok U-12 menjamur dimana mana, maka diusia ini kegiatan turnamen menjadi jarang, padahal masa-masa usia ini merupakan masa krusial anak untuk menekuni sepakbola secra serius.

Bermula dari pemikiran diatas maka Apacinti Football Academy membuat gelaran friendly game U-13 yang akan dilaksanakan pada hari minggu, 22 September 2013 di Pos latihan Apacinti wilayah kota semarang tepatnya Lapangan Sitrombo Desa Pakintelan. Even diikuti 6 tim SSB ataupun academy yang dibagi dalam 2 grup. Grup A : Apacinti Football Academy (AFA), SSB Undip, SSB Sumba United. Grup B : ASIOP Apacinti Jakarta, Academy Tugu Muda, SSB SKB Salatiga.

Format Pertandingan Babak I dibikin setengah kompetisi setiap tim bertanding 2 kali di babak penyisihan dengan durasi 2 x 20 menit. Selanjutnya penentuan peringkat mempertandingkan Juara pool A v Juara pool B untuk menduduki peringkat satu dan dua, Runner up A v Runner up B untuk menduduki peringkat 3 dan 4, dan Tim Juru kunci A v Tim Juru kunci B untuk menduduki peringkat 5 dan 6. “ Untuk peringkat satu, dua, dan tiga panitia memberikan masing – masing sebuah Tropy sebagai sebuah bentuk apresiasi “ demikian kata Bapak Handoyo selaku Ketua Panitia.

Posted in artikel | Leave a comment

Sekilas Cerita Sekolah Sepak Bola (SSB) Apacinti

2013-09-02 15.27.19Sekolah sepak bola Apacinti (SSB Apacinti) adalah sekolah sepak bola yang didirikan oleh PT Apac Inti Corpora pada tahun 1998. Dimana selama sekolah tersebut didirikan mengalami siklus yang cukup baik terlihat dari antusiasme masyarakat dalam bergabungnya para orang tua dalam mengikutsertakan anaknya dalam SSB Apacinti khusunya pada tahun 2010 SSB mengalami masa keemasan terlihat dari minat masyarakat tersebut di dukung dengan prestasi yang telah diraih SSB Apacinti.
SSB Apacinti selama ini sudah membuka 4 daerah latihan yaitu Bawen, Bergas, Conggol, Pakintelan dan dengan didukung 12 Pelatih. Selama berjalannya SSB Apacinti pernah mengampu 200an lebih siswa tetapi pada saat ini siswa menurun menjadi 100 lebih. Penurunan tersebut dapat di picu dari internal maupun eksternal SSB Apacinti tersebut.
Dari pihak internal SSB Apacinti dapat di kelompokkan dalam beberapa komponen antara lain: pengurus, pelatih, wali siswa, dan siswa itu sendiri. Setiap komponen harus bisa mengetahui bagaimana hak dan kewajiban yang harus dilakukan, di dukung dengan kelancaran dalam proses komunikasi antara berbagai pihak akan mempengaruhi berjalannya sebuah organisasi.
Sehingga tujuan suatu organisasi tidak mungkin tercapai tanpa adanya suatu sistem atau manajemen di dalamnya, bahkan sebaliknya suatu sistem atau manajemen tidak mungkin ada tanpa organisasi. Korelasinya antara komunikasi dan organisasi ada pada peninjauannya yang terfokus kepada SDM yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi.
Komponen yang dibutuhkan agar komunikasi dapat terjalin :
1. Pengirim atau komunikator (sender) :
Pihak yang mengirimkan pesan kepada komunikan.
2. Pesan (message) :
Informasi atau maksud yang akan disampaikan oleh komunikator kepada komunikan.
3. Saluran (channel) :
Media yang dipakai di mana pesan disampaikan kepada komunikan.
4. Penerima atau komunikan (receiver) :
Pihak yang menerima pesan dari komunikator.
5. Umpan balik (feedback) :
Tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
6. Aturan (protokol) :
Kesepakatan para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan.
Dari keenam komponen tersebut dapat diterapkan dalam manajemen SSB Apacinti, bagaimana pesan yang disampaikan bisa diterima oleh tiap-tiap komponen dan menggunakan media seperti yang sesuai dalam proses penyampaian pesan tersebut sangat mempengarui pesan yang disampaiakan, ketika pesan yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik bagaimana feedback yang terjadi. Jika terjadi feedback yang tidak sesuai dengan tujuan maka harus dikomunikasikan ulang dan mencari solusi segera mungkin karena dengan adanya feedback yang kurang baik dan itu berlanjut dengan jangka waktu yang cukup lama akan berpotensi menjadi sebuah krisis di dalam organisasi itu sendiri.
Kesimpulan:
Kelancaran proses komunikasi dalam suatu organisasi sangat menentukan berapa lama organisasi tersebut bertahan. Dimana ketika proses komunikasi kurang berjalan baik maka akan menimbulkan krisis tersendiri baik di luar maupun dalam organisasi itu sendiri. Alangkah baiknya jika tiap-tiap komponen mempunyai kesadaran dan kewajiban untuk memajukan SSB Apacinti dari dalam dirinya masing-masing maka akan tercipta semangat yang tinggi sehingga SSB Apacinti akan semakin maju. Kesadaran diri dan komunikasi sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi contohnya ketika ada suatu masalah sebaiknya langsung dikomunikasikan kepada pengurus sehingga ketika ada sedikit masalah bisa dicarikan solusi bersama.
Pengadaan petemuan rutin dibutuhkan dalam suatu organisasi dalam rangka mengkomunikasikan kondisi yang berada dilapangan, sehingga ketika ada masalah sedikitpun bisa di carikan solusi bersama. Komunikasi antara pelatih dan pengurus sangatlah penting karena secara tidak langsung pelatih bisa menjadi perwakilan dari setiap daerah.

Posted in artikel | Leave a comment

Contact Person

Jl. Soekarno Hatta Km.32 Desa Harjosari Bawen Semarang 50661
Nomor Telepon : 0298-522888 (hunting) No Fax : 0298-522297
WebSite: apacintifootballacademyblog.wordpress.com
Facebook: @afa apacinti
Tumblr: @afaapacinti.tumblr.com

Posted in contact | Leave a comment